Bawaslu Kabupaten Solok ikuti Ngabuburit Pengawasan Bedah Dinamika Netralitas ASN
|
Koto Baru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok ikuti kegiatan diskusi tematik bertajuk "Ngabuburit" yang berfokus pada penguatan pengawasan. Kegiatan kali ini mengangkat tema krusial: "Dinamika Netralitas ASN dalam Partisipasi dan Dukungan Politik pada Pengawasan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat namun interaktif ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, serta seluruh Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Tanah Datar bertindak sebagai pemantik diskusi (narasumber) yang memaparkan tantangan di lapangan.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Sumbar, Alni, menekankan bahwa netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi isu sensitif dan menantang dalam setiap kontestasi politik. Dinamika dukungan politik ASN, baik secara terang-terangan maupun terselubung, menjadi atensi khusus bagi pengawas pemilu.
"Kita harus memastikan bahwa ASN tetap berada pada jalur profesionalitasnya. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada tindakan fisik, tetapi juga perilaku di ruang digital," tegas Alni di hadapan para peserta.
Bawaslu Kabupaten Solok, sebagai bagian dari garda terdepan pengawasan di daerah, berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran netralitas. Melalui giat ngabuburit ini, diharapkan terjadi penyamaan persepsi dan pola tindak antar Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat dalam menangani temuan atau laporan terkait ASN.
Bawaslu Kabupaten Tanah Datar selaku pemantik diskusi memaparkan berbagai potensi pola pelanggaran yang mungkin terjadi, mulai dari keterlibatan dalam sosialisasi kandidat hingga penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis.
Kegiatan ini ditutup dengan penguatan komitmen bersama untuk menciptakan pengawasan yang bersih dan berintegritas di seluruh wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Solok, dengan meminimalisir intervensi politik dari unsur birokrasi.
Credit of Humas