Ferdinand : Pentingnya Penguatan Tata Kelola Kelembagaan, Kedisiplinan Administrasi, Serta Sinergi yang Solid
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok kembali mengikuti rapat rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI dalam rangka pembinaan serta evaluasi kinerja bagi Bawaslu/Panwaslih Provinsi dan Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.
Rapat koordinasi dan evaluasi ini dibuka secara resmi dengan pengarahan utama dari Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan, kedisiplinan administrasi, serta sinergi yang solid di setiap tingkatan pengawas pemilu guna menyongsong agenda-agenda pengawasan yang kian kompleks.
Menariknya, rapat rutin kali ini tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis operasional, tetapi juga memberikan ruang khusus bagi peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kesehatan mental organisasi. Hadir sebagai narasumber khusus, narasumber dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) membawakan materi bertajuk "Peran Pimpinan dalam Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat". "Kepemimpinan yang suportif dan komunikasi yang terbuka merupakan fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang aman, minim stres, serta produktif bagi seluruh jajaran pengawas di daerah."
Dalam paparan tersebut, tim Fakultas Psikologi UI menggaris bawahi bahwa efektivitas pengawasan pemilu sangat bergantung pada kesejahteraan emosional dan psikologis tim. Para pimpinan Bawaslu di tingkat daerah didorong untuk mampu mengelola burnout, membangun empati, serta menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif di tengah tingginya tekanan tugas pengawasan. Rapat rutin ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti seluruh catatan evaluasi dan menerapkan prinsip-prinsip lingkungan kerja yang sehat demi menjaga integritas serta performa kelembagaan Bawaslu di seluruh Indonesia.