H.O.S. Tjokroaminoto, Ilmu, Integritas, dan Kepemimpinan dalam Demokrasi
|
Koto Baru – Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan PELITA DEMOKRASI (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi) sebagai media edukasi yang mengangkat nilai-nilai demokrasi melalui pemikiran para tokoh bangsa. Pada edisi ke-17, PELITA DEMOKRASI mengulas sosok H.O.S. Tjokroaminoto, Pahlawan Nasional Indonesia, pemimpin Sarekat Islam, serta salah satu tokoh yang memberikan pengaruh besar terhadap lahirnya banyak pemimpin bangsa.
H.O.S. Tjokroaminoto dikenal dengan pesan yang hingga kini masih relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara: "Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat." Ungkapan tersebut mengandung makna bahwa kepemimpinan yang baik harus dibangun di atas tiga landasan utama, yaitu keluasan ilmu pengetahuan, keteguhan nilai moral dan spiritual, serta kecakapan dalam menyusun strategi. Ketiga unsur tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter pemimpin maupun warga negara yang bertanggung jawab.
Dalam konteks demokrasi, ilmu pengetahuan mendorong masyarakat untuk berpikir kritis dan memahami berbagai persoalan publik. Nilai moral menjadi pedoman dalam menjaga kejujuran, keadilan, dan integritas, sementara kemampuan menyusun strategi diperlukan agar setiap keputusan dan tindakan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui PELITA DEMOKRASI, Bawaslu Kabupaten Solok mengajak masyarakat untuk meneladani pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto sebagai inspirasi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Demokrasi tidak hanya membutuhkan partisipasi masyarakat, tetapi juga kesadaran untuk terus belajar, menjunjung tinggi etika, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Dengan semangat tersebut, diharapkan demokrasi Indonesia terus berkembang menjadi demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan mampu memperkuat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Credit of Humas