Ki Hajar Dewantara dan Pendidikan sebagai Pondasi Demokrasi
|
Kabupaten Solok – Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan PELITA DEMOKRASI (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi) sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi melalui pemikiran para tokoh bangsa. Pada edisi ke-16, PELITA DEMOKRASI mengangkat sosok Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional yang dikenal sebagai pelopor pendidikan Indonesia sekaligus tokoh pergerakan nasional.
Ki Hajar Dewantara meyakini bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun bangsa. Melalui salah satu pemikirannya, beliau menyampaikan: "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Pendidikan harus menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya."
Pemikiran tersebut menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk manusia yang merdeka, berkarakter, dan bertanggung jawab. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi proses pembentukan sikap, etika, dan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan demokrasi.
Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memiliki literasi yang baik, mampu menghargai perbedaan pendapat, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Oleh karena itu, pendidikan memiliki hubungan yang erat dengan penguatan budaya demokrasi, karena melalui pendidikan akan lahir generasi yang aktif berpartisipasi, menjunjung nilai musyawarah, serta mengedepankan kepentingan bersama.
Sebagai lembaga yang memiliki tugas mengawasi penyelenggaraan pemilu, Bawaslu Kabupaten Solok terus berupaya meningkatkan literasi demokrasi masyarakat melalui berbagai media edukasi, salah satunya melalui program PELITA DEMOKRASI. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang menghadirkan nilai-nilai keteladanan para tokoh bangsa sebagai inspirasi dalam memperkuat demokrasi Indonesia.
Melalui edisi ini, Bawaslu Kabupaten Solok mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat Ki Hajar Dewantara dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Dengan masyarakat yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kesadaran demokrasi yang tinggi, cita-cita mewujudkan demokrasi yang adil, inklusif, dan bermartabat akan semakin mudah diwujudkan.