Lompat ke isi utama

Berita

Pelita Demokrasi Edisi #3: Demokrasi Pancasila Menurut Presiden Soeharto

1

Pelita Demokrasi Edisi #3: Demokrasi Pancasila Menurut Presiden Soeharto

Koto Baru — Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan Pelita Demokrasi, program literasi yang menyajikan pemikiran tokoh-tokoh bangsa tentang demokrasi Indonesia. Pada edisi ketiga ini, fokus diangkat adalah pemikiran Presiden Soeharto (Presiden Kedua dan Bapak Pembangunan Indonesia) mengenai Demokrasi Pancasila.

Dalam kutipan resminya, Soeharto menyatakan: “Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia, yang perwujudannya adalah musyawarah untuk mufakat demi mencapai keadilan sosial.” Kutipan ini bersumber dari dokumen resmi Sekretariat Negara Republik Indonesia, Keputusan Presiden No. 24 Tahun 1968 tentang Pedoman Pelaksanaan Demokrasi Pancasila (Diperbaharui).

Menurut Soeharto, demokrasi yang dianut Indonesia bukanlah demokrasi liberal yang diimpor dari Barat, melainkan demokrasi yang tumbuh dari akar budaya dan falsafah hidup bangsa. Ciri utamanya adalah semangat musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan tujuan akhir mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendekatan ini menekankan bahwa demokrasi harus selaras dengan nilai-nilai luhur Pancasila, sehingga menciptakan stabilitas dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa.

Program Pelita Demokrasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman aparatur, pemilih, dan masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan Pancasila. Melalui kegiatan literasi seperti ini, Bawaslu Kabupaten Solok terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di wilayah Kabupaten Solok. Dengan memahami akar sejarah dan falsafah demokrasi Indonesia, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut aktif menjaga kedaulatan rakyat dan mencegah berbagai bentuk penyimpangan demokrasi. Mari kita bersama menjaga warisan luhur bangsa ini dengan selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Credit of Humas