Lompat ke isi utama

Berita

"PELITA DEMOKRASI" (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi), Jiwa Pengawasan dan Kedaulatan Rakyat adalah Warisan Leluhur

1

Koto Baru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok kembali merilis edisi kedua dari program inovasi konten edukasi digital bertajuk "PELITA DEMOKRASI" (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi)

Koto Baru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok kembali merilis edisi kedua dari program inovasi konten edukasi digital bertajuk "PELITA DEMOKRASI" (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi), Senin (13/04). Pada edisi kali ini, Bawaslu menyoroti pemikiran mendalam Sang Proklamator, Mohammad Hatta, mengenai akar demokrasi di Indonesia.

Inovasi ini merupakan langkah strategis Bawaslu Kabupaten Solok dalam memperkuat literasi politik masyarakat melalui pendekatan sejarah dan keteladanan tokoh bangsa. Setelah sukses mengangkat semangat gotong royong Bung Karno pada edisi perdana, edisi kedua ini fokus pada kutipan fenomenal Bung Hatta dari karyanya "Demokrasi Kita" (1960).

Kutipan tersebut menegaskan bahwa demokrasi bukanlah nilai yang diimpor dari luar, melainkan jati diri yang telah tertanam dalam sanubari rakyat Indonesia selama ribuan tahun melalui tradisi musyawarah dan mufakat.
"Melalui Pelita Demokrasi, kami ingin mengajak masyarakat Kabupaten Solok untuk menyadari bahwa jiwa pengawasan dan kedaulatan rakyat adalah warisan leluhur. Jika demokrasi sudah ada di dalam dada setiap warga, maka menjaga integritas pemilu adalah sebuah panggilan kesadaran," tulis narasi dalam program tersebut.

Visualisasi konten edisi kedua ini tampil apik dengan perpaduan ornamen lokal dan sosok Bung Hatta, melambangkan harmonisasi antara nilai universal demokrasi dengan kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Bawaslu Kabupaten Solok untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya edukatif, tetapi juga relevan dengan identitas budaya masyarakat.

Program Pelita Demokrasi direncanakan akan hadir secara berkelanjutan dengan mengulas berbagai tokoh inspiratif lainnya. Masyarakat dapat menyimak pembaruan rutin program ini melalui kanal media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Solok.
Diharapkan, literasi tauladan ini mampu menjadi "pelita" atau penerang bagi masyarakat dalam memahami hak dan kewajibannya, serta berperan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi di Kabupaten Solok.

Penulis: Humas Bawaslu Kabupaten Solok
Editor: Redaksi Bawaslu Kabupaten Solok