Pendidikan Politik Sejak Dini, Bawaslu Kabupaten Solok sambangi SLB Negeri 01 Alahan Panjang
|
Lembah Gumanti - Bawaslu Kabupaten Solok melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik kepada siswa di SLB Negeri 01 Alahan Panjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman generasi muda khususnya anak berkebutuhan khusus mengenai pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi serta memberikan pengetahuan dasar tentang pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.(21/09/2026)
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Titony Tanjung dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Gadis M menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, khususnya bagi mereka yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Pemilih pemula diperkenalkan dengan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta memahami bahwa setiap suara dalam pemilu merupakan bagian dari proses demokrasi.
Selain materi mengenai kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Solok juga memberikan pendidikan politik yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik di SLB Negeri 01 Alahan Panjang. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang inklusif, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta memperoleh pemahaman mengenai peran mereka sebagai bagian dari masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik ini diharapkan dapat mengjangkau kaum disabitas tanpa membeda-bedakan kondisi sosial mereka karena di dalam Pemilu kaum disabilitas memiliki hak yang sama dalam politik untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi. Para siswa SLB Negeri 01 Alahan Panjang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, mereka aktif melakukan diskusi dengan narasumber terkait dengan kepemiluan.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendidikan kepemiluan kepada masyarakat, termasuk pemilih pemula dan kelompok disabilitas. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membangun pemilih yang memahami hak dan kewajibannya serta turut mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, demokratis, dan inklusif.