Penguatan Peran Humas, Bawaslu Kabupaten Solok Dorong Peningkatan Kualitas Informasi Publik
|
Koto Baru - Bawaslu Kabupaten Solok terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Dalam Kantor Penguatan Peran Humas Bawaslu Kabupaten Solok untuk Meningkatkan Kualitas Informasi Publik yang diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Kabupaten Solok.(03/02/2026)
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Solok, Kasubbag, serta seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Solok. Rapat juga menghadirkan Eka Rianto Anggota Bawaslu Kota Solok Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, sebagai pemateri utama.
Evaluasi Kehumasan sebagai Dasar Pembenahan, Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Solok, Titony Tanjung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi kehumasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Ia menyampaikan masih terdapat sejumlah aspek kehumasan yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam penyampaian informasi melalui media sosial dan kanal resmi lembaga.
Menurutnya, kualitas informasi publik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan publikasi, tetapi juga oleh ketepatan, keringkasan, dan mutu penulisan berita. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan pembenahan tata kelola kehumasan, terutama dalam penulisan berita yang benar, berkualitas, singkat, padat, dan tepat sasaran, agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Berbagi Pengalaman Menulis Berita dari Praktisi Jurnalistik Materi inti disampaikan oleh Eka Rianto, yang mengangkat tema “Berbagi Pengalaman Menulis Berita”. Dengan latar belakang sebagai wartawan Harian Padang Ekspres selama lebih dari satu dekade (2010–2023), Koordinator Liputan, pemegang UKW Madya, serta anggota PWI Sumatera Barat, Eka Rianto membagikan praktik jurnalistik yang aplikatif dan relevan bagi kehumasan Bawaslu.
Ia menjelaskan bahwa humas lembaga pengawas pemilu memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik, sehingga berita yang disajikan tidak boleh sekadar informatif, tetapi juga edukatif dan solutif.
Pentingnya Memahami Jenis-Jenis Berita Dalam pemaparannya, Eka Rianto menguraikan empat jenis berita utama yang lazim digunakan dalam dunia jurnalistik, Pertama Straight News Reporting, yakni berita langsung yang bersifat aktual dan faktual dengan mengedepankan unsur 5W+1H. In-depth Reporting, yaitu laporan mendalam yang menjelaskan peristiwa secara detail dan komprehensif dengan penekanan pada unsur bagaimana dan mengapa. Investigative Reporting, berita yang mengungkap persoalan secara sistematis dan mendalam untuk membantu publik memahami permasalahan secara utuh. serta Feature News, berita khas yang menonjolkan sisi kemanusiaan, empati, serta nilai-nilai sosial.
Dari keempat jenis tersebut, Eka Rianto menekankan bahwa in-depth reporting merupakan bentuk penulisan yang sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Solok. Melalui berita mendalam, humas tidak hanya menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga menjelaskan proses, latar belakang, dan tujuan suatu kegiatan pengawasan pemilu kepada publik.
Prinsip Dasar dan Nilai dalam Penulisan Berita Lebih lanjut, Eka Rianto mengingatkan bahwa setiap berita harus memenuhi unsur dasar 5W+1H serta mengandung nilai informasi yang akurat, objektif, dan jelas sumbernya. Selain itu, berita kehumasan Bawaslu juga diharapkan memiliki nilai edukasi dan solusi, tidak bersifat menghakimi, serta mampu memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat.
Dalam sesi bedah berita, ia menekankan pentingnya penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang sesuai dengan KBBI, serta penyajian kalimat yang sederhana dan tidak membingungkan pembaca. Kesalahan yang Perlu Dihindari Humas Eka Rianto juga mengungkap sejumlah kesalahan yang kerap terjadi dalam praktik kehumasan, di antaranya mengabaikan nilai berita, tidak mengikuti kegiatan hingga tuntas, hanya menyalin materi presentasi, serta enggan melakukan wawancara langsung. Menurutnya, kehadiran humas sejak awal hingga akhir kegiatan dan kemampuan menggali informasi melalui wawancara menjadi kunci lahirnya berita yang kuat dan bermakna.
Orientasi Kehumasan ke Depan Menjelang penutupan kegiatan, Anggota Bawaslu Kabupaten Solok, Haferizon, menyampaikan tanggapan dan refleksi atas pelaksanaan rapat. Ia mengapresiasi kelancaran kegiatan dan menyebutkan bahwa banyak poin penting yang dapat dijadikan pedoman ke depan.
Haferizon menegaskan dua orientasi utama hasil kegiatan ini. Pertama, secara internal, jajaran humas diharapkan mampu menulis berita tidak hanya terbatas pada straight news, tetapi juga mampu menghasilkan berita mendalam sesuai arahan narasumber. Kedua, secara eksternal, berita yang dipublikasikan Bawaslu Kabupaten Solok diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang bernilai bagi masyarakat, sehingga publik memperoleh informasi yang utuh, jelas, dan memuaskan.
Diskusi Interaktif dan Penutup Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Yuliatari Ibni Asir dari unsur sekretariat terkait cara membuat lead berita yang menarik agar pembaca terdorong membaca hingga akhir. Menanggapi hal tersebut, Eka Rianto menekankan pentingnya mengikuti kegiatan secara menyeluruh dan melakukan wawancara untuk memperkaya sudut pandang berita.
Menurutnya, humas Bawaslu memiliki peran strategis dalam fungsi pencegahan melalui pemberitaan, dengan fokus pada sosialisasi produk Bawaslu dan pendidikan politik. Ia menegaskan bahwa berita tidak perlu bersifat sensasional, namun harus jelas, menarik, dan tidak membingungkan pembaca.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan sesi foto bersama, menandai komitmen Bawaslu Kabupaten Solok untuk terus meningkatkan kualitas kehumasan dan informasi publik secara berkelanjutan.
Credit of Humas