Sepakat : Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Mengawasi Tahapan Pemilu
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok mengikuti kegiatan SEPAKAT (Senin Pengawas Berkomitmen & Bermartabat) dengan tema "Pengawasan Partisipatif yang Inklusif Ramah Disabilitas" yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Senin (2/11/2026).
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 14.00 WIB dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.
Kegiatan ini membahas pentingnya mewujudkan pengawasan pemilu yang memberikan ruang partisipasi setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
Dalam pemaparan materi disampaikan bahwa pengawasan partisipatif yang inklusif harus memperhatikan prinsip kesetaraan, aksesibilitas, kemandirian, dan partisipasi yang bermakna. Penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga harus dilibatkan sebagai mitra aktif dalam pengawasan pemilu.
Selain itu, dibahas berbagai hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses informasi dan berpartisipasi dalam pemilu, mulai dari keterbatasan akses fisik, informasi, komunikasi, hingga hambatan sikap dan diskriminasi.
Untuk mewujudkan pengawasan yang inklusif, diperlukan upaya bersama melalui penyediaan informasi dalam berbagai format yang mudah diakses, pelibatan organisasi penyandang disabilitas, penyediaan saluran pelaporan yang mudah dijangkau, serta penghormatan terhadap hak dan pilihan setiap individu.
Melalui kegiatan SEPAKAT ini, diharapkan jajaran pengawas pemilu semakin memahami pentingnya membangun pengawasan partisipatif yang terbuka bagi semua kalangan. Demokrasi yang inklusif hanya dapat terwujud apabila setiap warga memiliki akses, ruang, dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi.
Setiap warga berhak berpartisipasi, setiap suara layak didengar.