Lompat ke isi utama

Berita

“SEPAKAT” (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat), Perkuat kapasitas dan komitmen jajaran pengawas di seluruh daerah

1

“SEPAKAT” (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat 

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok turut ambil bagian dalam kegiatan “SEPAKAT” (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat pada Senin (20/4). Kegiatan yang menjadi agenda rutin ini mengangkat tema “Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu” sebagai upaya memperkuat kapasitas dan komitmen jajaran pengawas di seluruh daerah.

Dalam keikutsertaan tersebut, Bawaslu Kabupaten Solok dihadiri langsung oleh Ketua Titony Tanjung bersama Anggota Haferizon, serta didukung oleh jajaran sekretariat. Kehadiran ini menjadi bentuk keseriusan Bawaslu Kabupaten Solok dalam mengikuti setiap ruang penguatan kelembagaan, khususnya pada masa non-tahapan pemilu yang tetap memerlukan konsolidasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Anggota Bawaslu RI, Loly Suhenty, yang bertindak sebagai keynote speaker. Turut hadir pula Haritje Latuihamallo, Widyawati, dan Ade Jumiarti Marla yang memberikan perspektif dari berbagai pengalaman dan wilayah dalam pengawasan pemilu.

Dalam penyampaiannya, Loly Suhenty menegaskan bahwa peran perempuan dalam pengawasan pemilu tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas, melainkan juga kualitas dan kontribusi nyata dalam menjaga integritas proses demokrasi. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program “SEPAKAT” sebagai wadah konsolidasi yang efektif untuk menjaga semangat pengawasan di tengah jeda tahapan pemilu.

Selain itu, gagasan untuk menghadirkan buku “Srikandi Pengawasan” turut mengemuka sebagai bentuk dokumentasi kiprah perempuan pengawas pemilu di Sumatera Barat. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi inspirasi sekaligus penguatan narasi peran perempuan dalam demokrasi.

Sementara itu, Ade Jumiarti Marla menyoroti pentingnya kebijakan afirmatif dalam mendorong keterwakilan perempuan, termasuk pemenuhan kuota minimal 30 persen. Ia juga menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi, seperti rendahnya partisipasi perempuan dan beban peran domestik, sehingga diperlukan dukungan kebijakan yang lebih komprehensif.

Dari sudut pandang wilayah, Haritje Latuihamallo berbagi pengalaman pengawasan di daerah dengan tingkat kompleksitas tinggi, yang menuntut keteguhan dalam berpegang pada regulasi serta menjaga soliditas internal lembaga dalam menghadapi berbagai dinamika.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengawasan pemilu yang inklusif, profesional, dan berkeadilan gender. Peran perempuan dinilai semakin strategis dalam memastikan terselenggaranya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di masa mendatang.

Credit of Humas