Pelita Demokrasi Edisi #4: Kepemimpinan Beradab Menurut B. J. Habibie
|
Koto Baru — Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan Pelita Demokrasi, program literasi yang mengangkat pemikiran tokoh-tokoh bangsa dalam memperkuat nilai demokrasi Indonesia. Pada edisi keempat ini, sorotan tertuju pada pandangan B.J. Habibie (Presiden Ketiga dan Bapak Teknologi Indonesia) tentang hakikat kepemimpinan.
Dalam kutipannya B.J. Habibie menyampaikan:
“Tugas seorang pemimpin bukan hanya untuk mencapai kemajuan material, tetapi juga untuk membangun peradaban manusia yang bermartabat.”
Pemikiran ini menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak semata diukur dari capaian pembangunan fisik atau ekonomi, melainkan dari sejauh mana seorang pemimpin mampu membentuk karakter, etika, dan peradaban masyarakat yang berlandaskan nilai kemanusiaan. Habibie memandang bahwa kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas moral dan martabat manusia.
Dalam konteks demokrasi, pesan ini menjadi sangat relevan. Demokrasi yang sehat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknokratis, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Melalui Pelita Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Solok terus berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa demokrasi bukan hanya tentang proses pemilihan, tetapi juga tentang kualitas kepemimpinan yang dihasilkan. Literasi ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi yang beretika dan bermartabat. Mari bersama kita jaga demokrasi Indonesia dengan menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya membangun, tetapi juga memanusiakan.