Pelita Demokrasi, Tjipto Mangoenkoesoemo : Sepatah Kata tentang Nazi
|
PELITA DEMOKRASI kembali mengajak kita mengenal pemikiran tokoh-tokoh bangsa yang pernah memberi perhatian terhadap kehidupan demokrasi dan kebebasan manusia.
Pada edisi ke-26, kita mengenal Tjipto Mangoenkoesoemo, dokter, tokoh pergerakan nasional, dan salah satu pelopor perjuangan kebangsaan pada awal abad ke-20. Jauh sebelum Indonesia merdeka, Tjipto telah menuangkan pemikirannya melalui tulisan dan pers. Salah satunya adalah rangkaian tulisan berjudul “Sepatah Kata tentang Nazi” yang dimuat dalam surat kabar Pemandangan pada Juni 1941.
Dalam tulisan ketiganya, yang terbit pada 21 Juni 1941, Tjipto menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan runtuhnya demokrasi dan berkembangnya kekuasaan yang bersifat absolut. Ia menulis: “Apabila demokrasi telah roboh dan digantikan dengan faham Nazi yang absolutism, maka bersiaplah untuk menderita.”
Tulisan tersebut merupakan refleksi Tjipto terhadap situasi dunia saat itu, khususnya berkembangnya Nazisme di Eropa. Dalam bibliografi beranotasi karya-karyanya, tulisan tersebut dijelaskan sebagai ajakan untuk merenungkan keadaan dunia apabila demokrasi hancur dan hak-hak individu kehilangan tempatnya. Pemikiran tersebut menunjukkan bahwa bagi Tjipto, persoalan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan bentuk pemerintahan, tetapi juga menyangkut keberadaan ruang bagi individu dan masyarakat untuk mempertahankan hak-haknya.
Bagi kehidupan demokrasi saat ini, gagasan tersebut dapat menjadi bahan refleksi: apa yang terjadi ketika kebebasan, hak individu, dan ruang untuk menyampaikan pendapat tidak lagi mendapat tempat? Melalui PELITA DEMOKRASI, mari terus membaca sejarah, memahami pemikiran para tokoh, dan mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa dalam membangun kehidupan demokrasi. Mari terus nyalakan “Pelita” ini untuk mengawal demokrasi yang berintegritas, berkeadilan, dan memperkokoh persatuan bangsa. ✨
Sumber: Tjipto Mangoenkoesoemo, “Sepatah Kata tentang Nazi (III)”, Pemandangan, Tahun 9, No. 137, 21 Juni 1941, Lembaran Kedua, halaman I; Bibliografi Beranotasi Karya Tjipto Mangoenkoesoemo, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.