Lompat ke isi utama

Berita

‎Konsolidasi Demokrasi, Peran Bundo Kanduang sebagai Jantung Demokrasi yang Bermartabat

1

‎Junjung Sirih, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok laksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama Bundo Kanduang. (17 Mei 2026)

‎Junjung Sirih, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok laksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama Bundo Kanduang. (17 Mei 2026)

‎Gadis M, Anggota Bawaslu Kabupaten Solok dalam rangka menyongsong agenda politik nasional, Bawaslu Kabupaten Solok gelar forum konsolidasi demokrasi bertajuk "Peran Perempuan Minangkabau dalam Merawat Jalinan Demokrasi yang Bermartabat".

Gadis M, juga menegaskan Konsolidasi ini bertujuan untuk menegaskan kembali posisi strategis perempuan dalam mengawal proses demokrasi, sekaligus meminimalisir potensi polarisasi di tengah masyarakat. ‎Bundo Kanduang bukan sekadar simbol adat, melainkan benteng moral. Di era digital ini, tata krama politis mulai tergerus. Tugas kita adalah membawa kembali politik yang santun, meredam hoaks, dan memastikan pemilu berjalan jujur serta adil dimulai dari lingkungan keluarga," ujarnya

‎Melalui program konsolidasi demokrasi Bundo Kanduang dibekali dengan pemahaman regulasi pemilu, sehingga mereka tidak hanya bergerak dengan landasan adat, tetapi juga paham hukum positif yang berlaku. ‎Dengan keterlibatan aktif para perempuan adat ini, diharapkan pemilu tidak lagi dipandang sebagai ajang perebutan kekuasaan semata, melainkan sebagai alek nagari (pesta rakyat) yang berjalan dengan jujur, adil, dan menjunjung tinggi martabat bangsa.

Credit of Humas