Lompat ke isi utama

Berita

Pelita Demokrasi Edisi #9, Pentingnya Menjaga Persatuan dalam Kehidupan Demokrasi

1

Pada edisi kesembilan ini, Bawaslu Kabupaten Solok mengangkat pemikiran Jenderal Soedirman, Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Tentara Indonesia

Koto Baru — Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan program Pelita Demokrasi (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi) sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi Indonesia. Pada edisi kesembilan ini, Bawaslu Kabupaten Solok mengangkat pemikiran Jenderal Soedirman, Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Tentara Indonesia, mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan demokrasi.

Dalam kutipan yang ditampilkan pada Pelita Demokrasi Edisi #9, Jenderal Soedirman menyampaikan:

“Jangan biarkan kedaulatan rakyat terpecah oleh ambisi golongan. Demokrasi yang sesungguhnya harus menjadi alat persatuan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pesan tersebut menggambarkan pandangan Jenderal Soedirman bahwa demokrasi harus selalu berpihak kepada kepentingan rakyat dan menjadi sarana untuk memperkuat persatuan bangsa. Sebagai tokoh perjuangan yang mengabdikan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Soedirman meyakini bahwa persatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Dalam praktik demokrasi, perbedaan pandangan maupun pilihan politik merupakan hal yang lumrah. Namun, demokrasi yang matang menuntut seluruh elemen bangsa untuk tetap menjunjung tinggi semangat persaudaraan, menghormati perbedaan, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Pemikiran Jenderal Soedirman tersebut juga relevan dengan tantangan demokrasi masa kini, di mana masyarakat dihadapkan pada berbagai dinamika sosial dan politik yang berpotensi menimbulkan polarisasi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi wadah persatuan, dialog, dan pencarian solusi bagi kepentingan rakyat.

Melalui program Pelita Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Solok berupaya menghadirkan nilai-nilai keteladanan dari para tokoh bangsa sebagai sarana pendidikan politik dan demokrasi bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga tentang menjaga persatuan, keadilan, dan kedaulatan rakyat.

Bawaslu Kabupaten Solok terus berkomitmen untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Dengan memahami pemikiran para pendiri dan tokoh bangsa, diharapkan masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas demokrasi serta memperkokoh persatuan Indonesia.

Credit of Humas