Pelita Demokrasi : Iwa Kusumasumantri, Perjuangan dan Kemandirian
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok kembali menghadirkan program PELITA DEMOKRASI (Penyampaian Literasi Tauladan Tokoh untuk Demokrasi). Pada edisi ke-31, program ini mengangkat sosok Prof. Mr. Iwa Kusumasumantri, seorang tokoh pergerakan nasional yang dikenal melalui perjuangannya dalam memperjuangkan kemerdekaan, persatuan, dan kemandirian bangsa Indonesia.
Iwa Kusumasumantri lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 31 Mei 1899. Ia menempuh pendidikan hukum hingga memperoleh gelar Meester in de Rechten (Mr.) dari Universitas Leiden, Belanda. Semasa menjadi mahasiswa di Belanda, Iwa aktif dalam organisasi Indonesische Vereeniging dan terpilih sebagai ketua pada periode 1923–1924.
Dalam pidatonya pada rapat umum organisasi tersebut pada Januari 1923, Iwa menegaskan tiga prinsip perjuangan, yaitu keinginan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri, pentingnya mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, serta perlunya persatuan dalam menghadapi penjajahan. Pemikiran tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan gerakan nasionalisme Indonesia di kalangan mahasiswa dan kaum pergerakan pada masa itu.
Perjuangan Iwa tidak berhenti pada masa pergerakan. Setelah Indonesia merdeka, ia turut berperan dalam perjalanan awal pemerintahan Republik Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial dan Perburuhan, Menteri Pertahanan, serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. Iwa juga pernah memimpin Universitas Padjadjaran sebagai rektor.
Nilai perjuangan yang diwariskan Iwa Kusumasumantri mengingatkan bahwa kemerdekaan dan demokrasi membutuhkan lebih dari sekadar cita-cita. Keduanya memerlukan kemandirian, keberanian menentukan arah bersama, serta persatuan di tengah keberagaman.
Dalam kehidupan demokrasi saat ini, semangat tersebut relevan untuk terus dirawat. Demokrasi yang kuat membutuhkan masyarakat yang berdaya, mampu menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan, dan bersama-sama menjaga proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, serta berintegritas.
Melalui PELITA DEMOKRASI Edisi #31, Bawaslu Kabupaten Solok mengajak masyarakat untuk mengenal dan mengambil teladan dari perjuangan Prof. Mr. Iwa Kusumasumantri. Sebab, demokrasi yang kokoh tumbuh dari kesadaran bersama, kemandirian, dan persatuan seluruh elemen bangsa.