Lompat ke isi utama

Berita

Pelita Demokrasi, Menilik Pemikiran Demokrasi Achmad Soebardjo: Kemerdekaan Hakiki Adalah Kesetaraan Peran Seluruh Golongan

1

Salah satu gagasan fundamental yang kembali relevan untuk direnungkan adalah pemikiran luhur dari tokoh perintis kemerdekaan bangsa, Mr. Achmad Soebardjo.

Koto Baru— Di tengah berbagai dinamika sosial-politik yang terus berkembang, arah dan fondasi dasar sistem demokrasi di Indonesia memerlukan refleksi berkala agar tidak kehilangan esensinya. Salah satu gagasan fundamental yang kembali relevan untuk direnungkan adalah pemikiran luhur dari tokoh perintis kemerdekaan bangsa, Mr. Achmad Soebardjo.

Dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting perumus naskah Proklamasi sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia, Achmad Soebardjo meninggalkan warisan pemikiran yang sangat mendalam terkait tatanan bernegara. Beliau memandang kemerdekaan bukan sekadar momentum lepasnya bangsa dari cengkeraman penjajah secara fisik, melainkan sebuah gerbang menuju keadilan komprehensif

​"Kemerdekaan Indonesia bukanlah sekadar melepaskan diri dari belenggu penjajahan, melainkan mewujudkan kedaulatan rakyat yang mencakup peran setara bagi seluruh golongan dalam membangun demokrasi yang adil dan bermartabat," demikian bunyi pesan historis beliau.

​Bagi Achmad Soebardjo, sistem demokrasi tidak boleh terjebak dalam kepentingan satu kelompok saja. Sebaliknya, demokrasi harus mampu merangkul dan memberikan hak serta kesempatan yang sama bagi setiap golongan masyarakat tanpa memandang latar belakangnya. Inklusivitas inilah yang diyakini menjadi pilar utama untuk melahirkan negara yang bermartabat

​Melalui penyebaran narasi sejarah ini, masyarakat—khususnya generasi muda pemegang estafet kepemimpinan—diharapkan dapat terus menginternalisasi nilai kesetaraan tersebut. Dengan demikian, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang adil, inklusif, dan merata dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa saat ini.

Credit of Humas