Lompat ke isi utama

Berita

Pelita Demokrasi : Pluralisme dan Persatuan Menurut Abdurrahman Wahid

1

Pada edisi keenam ini, fokus diangkat adalah pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Presiden Keempat dan Bapak Pluralisme Indonesia) mengenai pentingnya menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan.

Koto Baru — Bawaslu Kabupaten Solok kembali menghadirkan Pelita Demokrasi, program literasi yang menyajikan pemikiran tokoh-tokoh bangsa tentang demokrasi Indonesia. Pada edisi keenam ini, fokus diangkat adalah pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Presiden Keempat dan Bapak Pluralisme Indonesia) mengenai pentingnya menjaga keberagaman dalam bingkai persatuan.

Dalam kutipan yang ditampilkan, K.H. Abdurrahman Wahid menyatakan:
“Perbedaan itu adalah rahmat. Namun persatuan lebih mulia. Jika kita tidak bisa menyatukan perbedaan, maka janganlah perbedaan itu memisahkan kita. Itulah falsafah Bhinneka Tunggal Ika.”

Kutipan ini bersumber dari berbagai wawancara dan tulisan K.H. Abdurrahman Wahid mengenai pluralisme dan kebangsaan di Indonesia.

Menurut Gus Dur, keberagaman adalah kenyataan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan. Demokrasi yang sehat harus mampu memberikan ruang bagi setiap perbedaan—baik suku, agama, maupun pandangan politik—tanpa mengorbankan persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Dalam konteks saat ini, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Di tengah dinamika sosial dan politik yang kerap diwarnai perbedaan pilihan, masyarakat diharapkan mampu menyikapi perbedaan secara dewasa, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi.

Program Pelita Demokrasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman aparatur, pemilih, dan masyarakat tentang pentingnya demokrasi yang inklusif, damai, dan berkeadaban. Melalui kegiatan literasi seperti ini, Bawaslu Kabupaten Solok terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di wilayah Kabupaten Solok.

Dengan memahami nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para tokoh bangsa, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat turut menjaga persatuan serta mencegah berbagai bentuk konflik yang dapat merusak tatanan demokrasi.

Mari bersama kita rawat demokrasi Indonesia dengan menjunjung tinggi semangat persatuan dalam keberagaman, demi terwujudnya kehidupan berbangsa yang harmonis dan bermartabat.

Credit of Humas