Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Solok Gandeng Mahasiswa Ummy Dalam Konsolidasi Demokrasi di CFD

1

Konsolidasi Demokrasi" bersama mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok.

SOLOK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Solok terus melakukan inovasi dalam menjaring partisipasi masyarakat untuk mengawal kualitas demokrasi. Pada Minggu, 7 Juni 2026, Bawaslu Kabupaten Solok memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Kota Solok untuk menggelar kegiatan "Konsolidasi Demokrasi" bersama mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Solok, Ir. Gadis M, M.Si, bersama jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Solok. Konsolidasi yang dikemas dalam bentuk diskusi santai namun substantif ini membedah berbagai isu krusial mengenai tantangan demokrasi ke depan.

Dalam diskusi tersebut, poin utama yang menjadi sorotan adalah pemahaman mengenai Undang-Undang Pemilihan Umum terhadap teknis pengawasan di lapangan. Bawaslu menekankan bahwa mahasiswa, sebagai kelompok intelektual, harus memiliki ketajaman dalam menelaah setiap aturan agar dapat mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Selain regulasi, isu keterwakilan perempuan juga menjadi bahasan hangat. Bawaslu bersama mahasiswa UMMY bersepakat bahwa keterlibatan perempuan dalam politik bukan sekadar pemenuhan kuota administratif 30 persen, melainkan upaya strategis untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.

Anggota Bawaslu Kabupaten Solok, Ir. Gadis M, M.Si, menyampaikan bahwa pemilihan area CFD sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk mendekatkan lembaga pengawas dengan masyarakat luas, sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan pemilu bisa dilakukan dengan cara-cara yang cair dan komunikatif.

"Kami menggandeng mahasiswa UMMY Solok karena mereka adalah agent of change. Mahasiswa memiliki energi dan idealisme yang dibutuhkan untuk menangkal praktik politik uang, hoaks, serta politisasi isu-isu sensitif yang dapat memecah belah tatanan sosial," ujar Gadis.

Melalui konsolidasi ini, mahasiswa UMMY Solok menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Bawaslu dalam pengawasan partisipatif. Mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam memberikan edukasi politik yang sehat bagi pemilih pemula dan masyarakat umum.

Bawaslu Kabupaten Solok akan terus membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan lembaga adat untuk bersama-sama mengawasi setiap proses pemilihan demi tegaknya keadilan pemilu.

Credit of Humas